“BANG TOGAR” SIANTURI

Togar Sianturi - Compassion East Indonesia Retreat - Juni 2012 (26)resizedLahir di sebuah pedesaan terpencil pada tanggal 28 Nopember 1976, Togar Sianturi adalah anak pertama dari 10 bersaudara. Baik orang tuanya maupun kakek neneknya adalah penganut kepercayaan tradisi sukunya, Golongan Siradja Batak. yakni penganut aliran kepercayaan yang mengimani Sisingamangaraja XII sebagai juru selamat. Mereka percaya suatu saat Raja Sisingamangaraja akan kembali dan menyelamatkan umat Batak yang setia padanya.

Togar menjadi angkatan pertama di SD Inpres yang merupakan sekolah yang pertama ada di desanya. Pendidikan tidak bisa dikatakan berkualitas, Togar baru bisa membaca ketika sudah duduk di bangku kelas 3 SD itu. Ia, bertahun-tahun, pergi sekolah dengan “kaki ayam” dan pakaian seadanya.

Tidak ada yang menonjol dari masa kecil, tidak tampak potensi dan bakat yang hebat yang membuatnya menjadi berbeda dari anak-anak lain, ia biasa-biasa saja. Kebanggaan yang dapat dikenang hanyalah perihal kemiskinan, keterbelakangan dan kesulitan. Siapakah yang menduga bahwa Tuhan, secara diam-diam, ternyata menetapkan rencana damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan baginya melalui semua kesukaran itu?

Suatu hari di bulan September 1998, seorang sepupu bernama Lina Siagian mengundangnya mengikuti ibadah khusus dan pementasan drama di gerejanya. Togar sedang bekerja sebagai head bartender di sebuah café di kota Medan pada masa itu. Bangun pagi tidak ada dalam kesehariaannya. Tapi pagi itu ia berhasil menghadiri pertemuan ibadah itu. Ternyata gereja itu punya misi penginjilan yang amat intens, di ibadah perdana itu salah satu dari anggotanya langsung membuat janji untuk mengajar Alkitab secara pribadi kepada Togar.

Sejak hari itu, hidupnya tidak pernah sama lagi. Hampir setiap hari ia bertemu komunitas itu, entah untuk belajar Alkitab, berdoa bersama atau bahkan menjangkau jiwa baru. Ia yang sama sekali tidak tahu berdoa, tidak pernah membaca Alkitab sekarang mulai lancar berkat bimbingan sahabat-sahabat dalam komunitas barunya. Akhirnya sehari setelah ulang tahunnya di akhir Nopember tahun itu ia dibaptis menjadi seorang murid Yesus. Sebuah komitmen bahwa ia hanya hidup untuk Yesus Kristus lahirlah pada hari itu.

Secara dramatis, sejak tahun itu, setiap tahun berikutnya satu orang dari adik-adiknya dibaptis menjadi murid Yesus. Hingga seluruh adiknya telah dibaptis, meski disertai berbagai pergumulan yang tidak mudah. Dan, Puji Tuhan, kedua orang tuanya pun sudah mulai bergerja sejak beberapa tahun terakhir ini. Semua anggota keluarga yang belum mengikut Yesus adalah sasaran doanya agar mendapat bagian dalam keluarga Allah, demikian juga bagi anggota keluarga yang hanya sekedar beragama Kristen agar menjadi murid Yesus yang sejati sehingga menjadi satu keluarga besar dalam Kerajaan Allah.

Sekitar tiga bulan setelah menjadi murid Yesus, ia mulai dipercayakan Tuhan menjadi pembimbing rohani atas dua jiwa. Lalu tiga bulan kemudian, ia diberi tanggungjawab memimpin satu group kecil. Kemudian dilanjutkan dengan memimpin satu wilayah yang terdiri atas beberapa kelompok kecil. Tujuh belas bulan setelah menjadi murid Yesus, ia bersama isterinya yang ketika itu masih berpacaran, diangkat menjadi pendeta di Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI) Medan. Sejak September 2006 ia dan keluarga melayani di GKDI Manado. Gereja Manado sudah memulai gereja di Bitung dan Palu, turut mengirimkan anggota misi ke Manokwari, Makassar dan Balik Papan.

Sampai sekarang ia bersama isterinya, Frieda Agustina Sinambela dan kedua buah hati mereka Faithlene Jouito Sianturi (9) dan Theodoric Garrison Sianturi (2) masih menetap dan melayani di kota Manado. Ia bersaksi bahwa hingga hari ini ia terus melihat janji-janji dari firman Tuhan digenapi dalam hidupnya. Tidak hanya secara spiritual ia dibangun, tetapi janji tentang mendapatkan seratus kali lipat di hidup sekarang ini dari apa yang sudah ditinggalkan demi Kristus dan demi Injil adalah akurat. Tuhan berjanji, Tuhan selalu genapi.

Tuhan mengubahkan seorang pemalu yang akan menangis bila guru memanggilnya ke depan kelas, seorang yang hanya membisu bila disuruh berbicara di depan orang-orang, menjadi seorang Gembala dan berbicara di forum-forum yang guru-guru SD-nya dan orang tuanya tak dapat bayangkan sebelumnya. Ia tidak hanya berbicara dalam lingkup gereja saja, tetapi juga di dunia sekuler. Ia menjadi salah satu bukti bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah bisa memakai siapa saja yang mau memberi diri padaNya.

Sampai hari ini ia terus membagikan renungan hariannya melalui berbagai aplikasi messenger dan media sosial, bahkan sudah menghasilkan satu buku dengan judul “365 Hari Tetap Semangat!”. Ia membagikan kebenaran Allah melalui radio, televisi dan berbagai komunitas. Ia juga memberikan training dan seminar seputar pernikahan, parenting, leadership, pengembangan diri dan lain-lain. Ia juga merupakan pengurus di yayasan sosial Hope Worldwide dan terlibat dalam persekutuan seperti PGLII,Family Life, dan lain-lain. Tetapi baginya, waktu paling berharga adalah duduk berdua dengan seseorang atau berpasangan dengan isterinya membantu pasangan lain untuk mengenal Yesus dan bagaimana setiap peran dalam hidup mereka sepenuhnya dijalankan sesuai kehendak Tuhan Yesus.

Blog ini kami beri nama “Bang Togar” bukan karena ia merasa lebih tua atau lebih senior dari kebanyakan orang, tetapi itu adalah panggilan yang umum ia terima sebagai pendatang dari tanah Batak. Besar harapan kami blog Bang Togar ini akan menjadi berkat tersendiri bagi Anda, menjadi pemberi pencerahan dan semangat bagi hari-hari yang Anda jalani.

Kami juga masih sangat inginkan mengembangkan blog ini dan berbagai pelayanan lainnya yang tentu membutuhkan support dari semua pihak. Bagi Bapak/Ibu yang tergerak untuk mengambil bagian dan terlibat dalam pelayanan ini, silahkan dukung kami ke BCA 3490766510 An. Togar Sianturi.

Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s