THE POWER OF THE HOLY SPIRIT (Ibadah Pentakosta)

Ibadah Pentakosta, 24 Mei 2015

Ketika seseorang bertanya kepada saya, “GKDI itu karismatik ya, Pak?”, biasanya saya mesti membuat penjelasan yang cukup panjang. Saya akan mulai dengan, “Tergantung apa definisi Anda dengan karismatik!” Gambaran kebanyakan orang tentang karismatik adalah gaya ibadah yang hiruk pikuk disertai dengan musik yang keras dalam penyembahan dan bahasa roh. Tetapi sebenarnya gaya ibadah itu bukanlah esensi dari apa yang disebut kharistmatik. Nanti kita lihat lebih jauh lagi.

Lalu kadang-kadang jika ingin memberi jawaban singkat atas pertanyaan tersebut, saya mengatakan bahwa kita adalah kelompok Injili sebab kitapun bernaung dalam lembaga gereja aras nasional PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia). Tetapi sebenarnya tidak tepat untuk menggambarkan kita sebagai kelompok Karismatik ataupun sebagai kelompok Injili, bukan hanya karena kedua istilah tersebut tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi justru karena kedua itu tidak semestinya terpisah.

Pertama, kata karismatik tidak akan kita temukan dalam Alkitab, demikian pula dengan kata Injili dalam pengertian golongan. Tetapi karismatik, dalam pengertian yang sebenarnya adalah kelompok yang percaya dan membuat penekanan pada karunia Roh Kudus (charismata, istilah ini tentu kita temukan dalam Alkitab). Karunia  Roh Kudus (gift of the Spirit): MESTI DIALAMI. Karunia-karunia Roh Kudus (gifts of the Spirit): MESTI DILATIH. Jadi dalam pengertian ini, jelas sekali kita adalah golongan karismatik, sebab kita percaya pada Roh Kudus dan kita percaya juga akan karuniaNya.

Dan Injili dalam pengertian yang benar adalah kelompok yang membuat penekanan pada Firman Allah dan segala kebenarannya serta pemberitaan Injil tersebut. Isi Firman Allah mesti DIBELA (defended). Kebenaran-kebenaran Firman Allah mesti DINYATAKAN (declared).  Dalam pengertian itu juga kita adalah Injili. Jadi mestinya kita ini adalah gereja yang Injili dan karismatik pada saat yang bersamaan.

Jika kita gambarkan kedua gerakan kekristenan yang paling cepat bertumbuh dalam beberapa abad terakhir ini, maka keduanya akan merupakan satu lingkaran masing-masing tetapi keduanya memiliki arsiran yang bersatu. Mestinya kita adalah dalam bagian yang bersatu itu. Meski pada kenyataannya kedua kelompok ini, harus kita akui, tidak hanya berbeda tetapi barangkali lebih tepat untuk mengatakan saling menyalahkan dan menghakimi. Tetapi area arsiran itu mengerti dan mengakomodasi keduanya dan itu mestinya terjadi bukan karena kompromi tetapi karena koreksi atas terang firman Allah dan pertolongan Roh Kudus.

Cara paling mudah untuk dapat membedakan seseorang dari gerakan mana adalah dengan bertanya padanya bagaimanakah ia dapat yakin akan keselamatannya. Orang Injili akan mengatakan, “Karena Firman berkata demikian…” sedangkan orang Karismatik akan berbicara sesuatu tentang pengalamannya bersama Roh Kudus, “Roh Kudus bersaksi kepada rohnya demikian….”

Itu adalah penjelasan pertama mengenai mengapa kita tidak harus menjadi kelompok Karismatik atau kelompok Injili. Kedua, sekarang mari kita pelajari ayat berikut dengan teliti:

Kisah 1:4-9  Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–“telah kamu dengar dari pada-Ku.  5  Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”  6  Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”  7  Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.  8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  9  Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Pertanyaannya adalah: Jadi para rasul dan semua murid mula-mula termasuk kepada golongan Karismatik atau Injili?

Sebelum naik ke Sorga, 40 hari lamanya setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus berulangkali menampakkan diri kepada murid-muridNya. Dan perintahNya adalah seperti di atas, kemudian 10 hari setelah kenaikanNya janji itu terjadi. Hari penggenapan itu adalah hari ini, hari Pentakosta. Penta artinya 50, ini adalah hari ke-50 setelah perayaan Paskah Yahudi. Paskah itu hari raya 7 minggu, dikali 7 berarti 49 hari, keesokan hari yakni hari yang ke-50 adalah hari raya Pentakosta dimana mereka merayakan dan bersyukur atas panen.

Tuhan Yesus menyuruh mereka menunggu di Yerusalem, mereka tidak diberitahu berapa lama mereka mesti menunggu, sekarang kita tahu Roh Kudus turun pada Pentakosta, 10 hari setelah kenaika Yesus ke Sorga, tetapi mereka mesti menunggu dalam ketidakpastian pada masa itu. Menunggu sejam saja di Taman Getsemani, ketika Yesus berdoa, mereka tidak sanggup, sekarang mereka tidak kesulitan menunggu meskit tahu sampai kapan. Hati mereka sudah berbeda, hati mereka sudah disiapkan oleh Allah untuk menerima kuasa yang teramat besar.

Pada ayat 8, Tuhan Yesus mengatakan mereka akan menerima KUASA, dalam  bahasa aslinya adalah DUNAMIS, dari mana kita mendapat kata DINAMIT. Jadi yang dimaksudkan kuasa disini adalah kuasa yang luar biasa, bukan kuasa yang biasa-biasa. Dan kuasa itu hanya akan terjadi apabila Roh Kudus turun ke atas mereka.

Kuasa itu adalah dari Roh Kudus. Ini bagian yang sangat menarik. Dari empat poin yang kita pelajari lebih berguna apabila Yesus pergi dan naik ke Sorga adalah bahwa kenaikanNya memungkinkan turunnya Roh Kudus.

Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Tritunggal, Dia adalah Allah sendiri. Ini sudah menjadi salah satu sumber perbedaan pendapat dan ajaran sejak abad-abad awal gereja, apakah Roh Kudus itu adalah pribadi atau hanya simbol/kuasa? Bagi kita jelas, Dia bukan zat atau sekedar kuasa, Dia adalah pribadi. Jadi sebelum hari Pentakosta, Roh Kudus belum dicurahkan dan belum diam dalam diri manusia. Roh Kudus ada BERSAMA dengan orang-orang, disebutkan juga dalam banyak peristiwa baik di Perjanjian Lama sampai kepada Yohanes Pembaptis, tetapi Roh Kudus TIDAK DIAM dalam diri orang percaya, tidak sebelum Pentakosta. BERSAMA tetapi tidak DIAM.

Kita dapat melihat betapa Roh Kudus sangat amat penting (sentral) bagi para rasul dan murid-murid Yesus pada masa itu, mereka sangat percaya akan kuasa Roh Kudus dan mereka sangat bergantung padaNya, mereka adalah Karismatik.

Dan pada saat yang bersamaan, tujuan dari segala kuasa dari Roh Kudus itu adalah agar mereka menjadi saksi Yesus ke semua tempat. Seluruh catatan Lukas dalam Kisah Para Rasul adalah tentang bagaimana Roh Kudus bekerja dalam penginjilan para rasul dan murid-murid Yesus, mereka memberitakan Injil, mereka adalah orang Injili sejati.

Tidakkah menarik bagi kita bahwa hari ini di hadapan kita terpampang 2 kelompok besar yang saling bertentangan padahal mestinya mereka adalah satu. Kita mesti menjadi murid Yesus yang sungguh-sungguh yakin, memiliki dan menikmati kuasa Roh Kudus dan kuat dalam pengetahuan dan pemberitaan firman Allah. Kita adalah murid Yesus yang Karismatik dan Injili.

Kisah 2:1-11  Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.  2  Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;  3  dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.  4  Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  5  Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.  6  Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.  7  Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?  8  Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:  9  kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,  10  Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,  11  baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Akhirnya waktu yang dinanti-nantikan pun tiba, Roh Kudus turun bunyi seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap lalu para rasul mulai berbicara bahasa Roh. Ingatkah kita, setelah Yesus bangkit pada penampakanNya yang pertama, Alkitab mencatat bahwa Yesus mengembusi mereka dengan Roh Kudus? (Yohanes 20:22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.) Itu pasti seibarat gladi (rehearsal) untuk Pentakosta ini. Mereka mendengar angin keras itu dan mereka mengingat tiupan Tuhan Yesus kepada mereka pada hari Minggu malam itu.

Lalu tentang bahasa roh, dalam bahasa aslinya adalah glossalalia yang artinya adalah bahasa yang diperkatakan, jadi itu adalah bahasa yang diberikan Allah kepada manusia tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Allah pertama kali memberikan glossalalia adalah kepada orang-orang yang membangun Menara Babel untuk menyerakkan mereka sebab mereka berlaku congkak, orang-orang itu terserak karena tiba-tiba mereka masing-masing berbicara bahasa yang mereka tidak tahu sebelumnya dan mereka tidak bisa mengerti satu dengan yang lain lagi. Lalu pada hari Pentakosta ini, Roh Kudus juga mengaruniakan berbagai bahasa yang para rasul tidak pernah belajar dan tiba-tiba mereka mampu berbicara semua bahasa asing itu (Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia,  Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia,  Kirene,  Roma,  Kreta dan Arab). Dan itu adalah bahasa-bahasa yang dipakai oleh orang-orang yang mendengar mereka saat itu di daerah asal mereka, yakni orang-orang Yahudi dan non Yahudi yang menganut agama Yahudi yang terkumpul di Yerusalem untuk hari raya keagamaan mereka. Kali ini pengarunian glossalalia kepada orang-orang Yahudi ini dimaksudkan Roh Kudus untuk menyatukan dan menyelamatkan.

Bahasa roh akan menjadi satu topik panjang untuk kita pelajari, tetapi secara ringkas saya ingin jelaskan bahwa glossa artinya bahasa, laleo artinya berbicara. Jadi mereka berbicara bahasa-bahasa yang dapat dimengerti, bahasa yang memang ada. Ada empat peristiwa dimana orang-orang mendapat manifestasi bahasa roh dalam Kisah Para Rasul, pertama para rasul ini. Kedua, kepada orang-orang Samaria di Kisah 8, lalu ketiga adalah Kisah 10 yakni kepada Kornelius dan kemudian Kisah 19 kepada  murid-murid baptisan Yohanes Pembaptis. Jadi kita tidak menemukan catatan tentang manifestasi ini dalam baptisan 3.000 orang, baptisan Saulus, baptisan kepala penjara Filipi, baptisan Lidia ataupun Krispus kepala rumah ibadah itu, jadi tidak semua baptisan diikuti dengan bahasa roh.

Sebagian besar penganut Pentakosta-Karismatik mengajarkan bahwa bahasa roh adalah tanda wajib sebagai bukti baptisan Roh, lalu bahwa baptisan air dan baptisan Roh Kudus adalah 2 peristiwa yang terpisah. Tetapi kita tidak dapat menemukan penegasan demikian, tidak ada firman Tuhan yang mengatakan bahwa bahasa roh adalah wajib dan menjadi bukti baptisan Roh Kudus. Kemudian,  baptisan Roh Kudus dan baptisan air terjadi secara bersamaan, kita dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus berarti kita sudah mengalami baptisan Roh Kudus, Roh Kudus melahirbarukan kita, Roh Kudus diam di dalam kita.

Lebih lanjut bisa pelajari dengan teliti dalam surat Korintus yang pertama apa kata Paulus tentang bahasa Roh. Pertama, jangan melarang orang berbicara bahasa roh, tetapi ia sendiri mengatakan bahwa ia tidak pernah menggunakan bahasa roh di hadapan publik, bahkan ia mengingatkan dalam ibadah mereka hanya boleh 2 atau 3 orang saja yang berbicara bahasa roh dan itu hanya boleh terjadi jika ia yakin ada orang yang mampu menafsirkannya. Jika tidak, berdiam diri saja. Sementara itu “1 Korintus 13:8-10  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.  9  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.  10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.” mesti kita pelajari lebih seksama lagi.

Kisah 2:38-39  Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.  39  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

“Meneriman karunia Roh Kudus”, kita mesti membedakan the gift of the holy spirit dan the gifts of the holy spirit.  Huruf “s” pada kata gift membuat perbedaan yang besar, dalam ayat yang diatas yang digunakan adalah karunia (tunggal, gift) dan itu adalah merujuk kepada Roh Kudus sendiri, tetapi kemudian nanti kita akan melihat ketika gifts (karunia-karunia) dipergunakan yaitu karunia-karunia dari Roh Kudus sendiri bagi orang yang sudah menerima dan memilikiNya.

The gift of the Holy Spirit: pribadi Roh Kudus itu sendiri

The gifts of the Holy Spirit: karunia-karunia Roh Kudus

Roh Kudus kita terima ketika kita bertobat dan dibaptis, karena itu kita mesti tahu bahwa kita memiliki DUNAMIS dalam diri kita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Betapa menyedihkannya melihat orang yang memiliki  kuasa yang amat besar tetapi tidak pernah memanfaatkaanya. Mereka punya jabatan tinggi, pergaulan luas, pengaruh yang besar dan kemampuan yang hebat, tetapi mereka tidak pernah menggunakannya untuk memuliakan Allah. Mereka melabel diri mereka jauh dibawah harga pasar, mereka meremehkan diri mereka sendiri dan meremehkan Roh Kudus dalam diri mereka.

2 karya Roh Kudus dalam hidup orang percaya:

  1. Karunia Roh
  2. Buah Roh = Karakter

Buah Roh kita dapati dalam:

Galatia 5:22-23  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  23  kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
  1. Kasih
  2. Sukacita
  3. Damai sejahtera
  4. Kesabaran
  5. Kemurahan
  6. Kebaikan
  7. Kesetiaan
  8. Kelemahlembutan
  9. Penguasaan diri

Lalu karunia-karunia Roh Kudus (the gifts of the Spirit):

1 Korintus 12:8-10  Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.  9  Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.  10  Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
  1. Hikmat
  2. Pengetahuan
  3. Iman
  4. Kesembuhan
  5. Mujizat
  6. Bernubuat
  7. Membedakan roh
  8. Bahasa roh
  9. Menafsirkan Bahasa roh

Masih ada karunia-karunia Roh Kudus lainnya yakni karunia-karunia pelayanan seperti karunia fungsi yang kita bisa dapati dalam 1 Korintus 12:29-30, karunia pekerjaan dalam Roma 12:6-8 dan karunia jabatan dalam Efesus 4:11. Tetapi bukankah menarik sekali menemukan daftar dalam 1 Korintus 12:8-10 (yang biasa juga disebut karunia pelayanan) ini sama jumlahnya dengan buah Roh dalam surat Galatia, sama-sama 9. Roh Kudus menitipkan pesan kepada kita, kita mesti sama menghargai dan mengukur serta menumbuhkan dalam diri kita KARAKTER (buah Roh) dan KARUNIA dari Roh Kudus itu.

Orang yang melatih karakter tapi tidak mengembangkan karunia = TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dan orang yang mengembangkan karunia tapi tidak melatih karakter = MEMALUKAN.

Sekarang kita lihat dengan cepat beberapa poin penting dalam praktek kehidupan bagaimana Roh Kudus bekerja:

1 Korintus 12:11-13  Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.  12  Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.  13  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Jadi setiap karunia, apapun itu, adalah hasil pekerjaan Roh yang sama dalam diri setiap orang percaya. Maka ukurannya tidak pernah diri kita sendiri lagi, mesti ukuran yang berdasarkan Roh Kudus. Roh itu yang berkuasa, bukan kita.  Berhenti menilai hanya ukuran diri kita, khususnya dari kaca mata kegagalan, kekurangan dan kelemahan kita. Tataplah kemegahan dan kekuasaan Roh Kudus dalam diri kita. Dengan Roh Kuduslah kita menetapkan impian kita, bukan hanya yang masuk akal bagi kita, tetapi yang masuk akal bagi Roh Kudus.

Tidak ada yang bisa mengatakan Roh pada si A lebih besar daripada Roh yang ada padaku, pada si B Rohnya kualitas super, saya kualitas China. Tidak mungkin demikian, sebab itu adalah Roh yang sama. Yang menjadi persoalan adalah seberapa kita memercayai dan mengijinkan Roh Kudus bekerja dalam diri kita.

Roma 8:11  Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Paulus juga menekankan bahwa Roh yang telah membangkitkan Yesus dari kematian, Roh yang telah melakukan perkara yang menggemparkan itu adalah Roh yang sama dengan yang diam dalam diri kita. Reputasi Roh Kudus teruji dan jelas bagi kita. Kita percaya adalah keinginanNya untuk mengerjakan reputasi yang sama hebatnya dalam diri kita. Kita yang mesti mengijinkan Roh Kudus memakai dan mengendalikan kita.

Jangan mengeraskan hati, tetapi luaskanlah kuasa Roh Allah bekerja dalam diri kita. Selanjutnya juga dalam setiap lembaran Kisah Para Rasul, kita dengan mudah menemukan kuasa Roh Kudus bekerja diantara orang percaya. Mari kita check beberapa contoh:

Kisah 4:7-13  Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”  8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,  9  jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,  10  maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.  11  Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru.  12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”  13  Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Lihat keberanian Petrus menghadapi sidang mahkamah Agama ini dan bandingkan bagaimana ia menghadapi pertanyaan seorang hamba perempuan, “”Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Dulu ia ketakutan sampai menyangkal dan bersumpah tidak kenal Yesus, tetapi sekarang ia tidak takut lagi. Ia berani dan bukan hanya berani tetapi sangat berhikmat. Karena apa? Roh Kudus.

Roh Kudus menggugurkan segala ketakutan kita, jika kita masih takut, pasti karena kita masih mengandalkan diri kita sendiri. Kita pasti belum benar-benar berserah padaNya. Roh Kudus juga membuat kita menjadi berhikmat, tidak hanya pintar. Orang lain akan heran melihat hikmat kita, ketika kita biarkan Roh Kudus menumbuhkan keberanian dalam diri kita. Hal-hal yang tadinya kita tidak mau lakukan, seperti meminta maaf dan mengakui kesalahan, mengampuni orang lain akan membuat mereka heran atau bahkan mereka mungkin berpikir sudah dekat ajalnya, tetapi kita akan mengatakan itu adalah kuasa dari Roh Kudus.

Kisah 5:1-11  Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.  2  Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.  3  Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?  4  Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”  5  Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.  6  Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.  7  Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.  8  Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”  9  Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”  10  Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.  11  Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Ananias ingin mendapat nama tetapi dengan cara yang licik, Roh Kudus mengetahuinya.  Jika ada yang hendak menipu dan mempermaikan kita, Roh Kudus tahu semuanya, mohonkan petunjukNya terlebih dahulu. Kebanyakan orang yang tertipu adalah mereka yang teseret oleh nafsu dan keinginan mereka sendiri. Jika kita benar-benar dipenuhi Roh Kudus, mustahil kita menjadi tertipu lagi.

Ananias bisa menipu banyak orang, tetapi tidak bisa menipu Roh Kudus. Ananias dapat melakukan ini sebab ia tidak memahami karunia Roh Kudus yang ada dalam dirinya, Roh Kudus yang selalu bersamanya kemana saja, kapan saja. Saya kalau sedang berjalan dengan isteri saya, atau sedang di depan monitor komputer bersama dengan saudara yang lain maka tak mungkin saya akan melihat gambar-gambar tak senonoh, bukan? Meskipun gambar itu adalah pop-up, muncul begitu saja di hadapan saya, pasti segera saya hapus. Jika kita berjalan dengan seorang manusia saja, kita menjaga sedemikian rupa, kira-kira mestinya bagaimana lagi kita bersikap jika kita tahu bahwa kita sedang berjalan dengan Allah sendiri dalam Roh Kudus? Bagaimana kita memperlakukan pikiran dan hawa nafsu kita ketika kita tahu ada Allah sendiri dalam hati kita yang mengetahui semuanya dengan sangat jelas?

Orang yang menyembunyikan dosa, orang yang membuat alasan yang tidak sebenarnya, tidak terlepas dari perhatian Roh Kudus. Jika kita mau bertobat sekarang dan mengakuinya maka dosa kita masih dapat diampuni. Jika tidak, mungkin kecelakaan segera terjadi, seperti yang terjadi kepada Ananias dan Safira.

Dimana logikanya menyembunyikan dosa? Kita berdosa kepada Allah, bukan kepada manusia. Manusia tidak dapat menyelamatkan kita, hanya Allah. Pengampunan dariNya yang menentukan keselamatann kita. Lalu mengapa kita lebih memikirkan manusia daripada memikirkan Allah. Kemudian, bukankah tidak ada yang tersembunyi bagi Allah? Dia tahu semuanya. Dia tahu segalanya tentang kita, jadi mengapa masih berpikir untuk bersembunyi. Selanjutnya, yang berpikir nanti saya bereskan sendiri saja, sedangkan Tuhan sudah berfirman untuk mengakuinya. “Tapi saya pernah dikecewakan dan dikhianati oleh orang yang saya percayai”, kata sebagian orang, baiklah saya mengerti tapi apakah hidup kita akan dipimpin oleh kasus atau oleh prinsip. Pengkhianat selalu akan ada, masakan mereka yang mengatur kita, mestinya sang Penyelamat yang mengatur kita, bukan?

Kisah  6:10  tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
Kisah 7:55  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Orang tidak sanggup melawan hikmat yang ada pada Stefanus sebab ia tidak mengandalkan hikmatnya sendiri melainkan Roh Kudus. Dan hanya ia yang dapat melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, yang lain tak bisa sebab oleh Roh Kudus, ia sampai kepada kemampuan itu.

Berapa sering kita menjadi lemah ketika beradu pendapat dengan keluarga atau orang terdekat kita apabila mereka mempertanyakan iman dan keradikalan kita bagi Tuhan? Yang seharusnya terjadi adalah mereka tidak mampu melawan kita, mereka kalah berdebat dengan kita. Sebab bukan ego kita yang berbicara dan memimpin, melainkan Roh Kudus.

Kisah 8:29  Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”
Kisah 8:39  Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Roh Kudus menuntun Filipus kepada pejabat penting yang terbuka untuk belajar Alkitab hingga ia membaptisnya. Sangat luar biasa bagaimana Roh mengerjakan keajaiban dan Filipus mau turut bekerjasama dengan Roh Kudus. Dapatkah Anda lihat dengan iman sekarang bahwa Anda akan melakukan banyak keajaiban jika Anda mengijinkan Roh Kudus yang mengambil alih semuanya?

Adakah kita takut menginjili seseorang hari ini? Kita sudah ingin memberitakan kepada seseorang tetapi kita terus meragu dan menjadi takut? Apa yang membuat kita takut? Sebenarnya kitalah yang menakut-nakuti diri kita sendiri, sedangkan Roh Kudus dalam diri kita siap membangkitkan kekuatan dan menghalau ketakutan dari kita.

Mengapa tidak meminta padaNya? Kita ada fasilitas, tetapi mengapa tidak dipergunakan?

Kisah 9:17-18  Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”  18  Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

Ananias awalnya ragu untuk pergi kepada Saulus, ia berusaha menjelaskan kepada Allah siapa orang ini seolah Allah tidak mengenalnya. Tetapi ketika ia sudah diyakinkan, perhatikanlah keberanian dan ketegasannya terhadap penganiaya nomor satu pada masa itu. Itu sama seperti pada masa perang dunia kedua, kita semisalnya adalah seorang Yahudi dan Allah menuntun kita untuk berbicara kepada seseorang di satu rumah tertentu, setelah kita pelajari ternyata itu adalah alamat rumah Adolf Hitler. Mengerikan, bukan? Tetapi Ananias taat dan ia pergi dan iapun membaptis Saulus. Tuhan melatih kerendahan hati Paulus, Dia tidak mengutus salah satu dari rasul untuknya, hanya seseorang Ananias, sedangkan bagi orang asing seperti Kornelius, Allah menyuruh Petrus.

Petronas towers Malaysia didesain oleh seorang asitek Argentina berkewarganegaraan Amerika, César Pelli. Lihat fotonya, hebat kan? Kalau sekiranya saya membawa Cesar Pelli ke Manado karena diundang oleh seseorang dari antara kita disini untuk membangun sesuatu. Lalu ketika sudah bertemu, ia bertanya apa yang ia bisa bantu, lalu Anda mulai menjelaskan niat Anda yang ingin membangun 1 kamar rumah kost ukuran 3×4 meter, kira-kira apa responnya? Pasti sangat kecewa, masakan sekaliber dia hanya diminta untuk membangun 1 kamar ukuran kecil. Mengapa mesti dia, banyak tukang atau bahkan asisten tukang yang bisa membangunnya untuk Anda. Mubazir sekali dia datang untuk itu. Demikian pula halnya Roh Kudus dalam diri banyak orang percaya hari ini, Dia sangat berkuasa dan hebat tetapi kita ternyata hanya menggunakannya untuk membangun 1 kamar kost. Mubazir. Roh Kudus memberi kita kuasa sedahsyat dinamit (dunamis), bukan seukuran mercon (petasan). Kuasa yang amat besar itu gunakan untuk melakukan perkara besar bagi kemuliaan Tuhan.

Anda yang sudah menerima Roh Kudus, yang sudah bertobat dan dibaptis, maukah Anda sungguh-sungguh mengijinkan Roh Kudus memenuhi dan memimpin hidup Anda? Ijinkan Dia berkarya, menghalau segala ketakutan dan kebimbangan Anda dan membuat Anda menjadi luar biasa, memenangkan orang-orang besar bagi kemuliaanNya, membukakan dosa dan mengajar dengan penuh hikmat serta memimpin banyak orang? Tolong jangan biarkan Roh Kudus nganggur dalam diri kita, betapa sangat menyedihkannya itu bagi Dia.

Anda yang belum merasa jelas apakah Roh Kudus sudah berdiam dalam diri Anda, maukah Anda sungguh-sungguh belajar dengan segala kerendahan hati untuk menerimaNya? Mari kita semua menikmati hidup yang berkelimpahan dalam karunia Roh Kudus. Masih begitu banyak karunia-karunia yang Roh Kudus sediakan yang dapat kita miliki dan lakukan. Kita baru bicara mengenai kuasa sambil melihat beberapa karuniaNya. Tapi marilah kita berdoa hari ini agar seumur hidup kita, senantiasa kita merasakan kepenuhan Roh Kudus dalam diri kita bagi kemuliaan Allah. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s