ANTARA KASIH KARUNIA DAN HAWA NAFSU

Bacaan: Yudas 1

David Pawson memperkenalkan tiga istilah ini untuk memahami kasih karunia dan keberdosaan. Pertama, Legalism yang pesan intinya adalah kita sama sekali tidak boleh jatuh dosa lagi (you are not free to sin), kedua License yang memberi pesan bahwa kita bebas untuk berdosa karena kita memiliki kasih karunia Allah (you are free to sin). Tetapi keduanya keliru sebab kemerdekaan yang kita miliki dalam kasih karunia adalah untuk kita tidak berbuat dosa lagi, Liberty (you are free not to sin).

Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. Yudas 1:4

Allah memberikan kita kasih karunia bukan untuk mejadi peluang memuaskan dosa-dosa kita. Dia tahu kita tidak memiliki kemampuan untuk menebus dosa kita sendiri, jadi kita tidak bisa memakai kasih karunia sebagai alasan dan pembelaan atas kelemahan itu.

1. Hargai kasih karunia Allah dengan serius menjauhkan dosa-dosa.

2. Rindukanlah Allah dan kekudusanNya.

3. Bermain-main dengan kasih karunia akan dihukum.

Bapa, kami sangat menghargai kasih karuniaMu. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s