SEPERTI APA KITA INGIN DIINGAT?

Bacaan: Yohanes 13

Apabila kita meninggalkan dunia ini kelak, sebab semua kita akan mati, orang seperti apakah kita akan dikenang? Pengasih atau penggerutu, pemarah atau peramah, pemberi  atau penuntut, pejuang atau pecundang? Jawaban kita bisa beragam dengan berbagai argumentasi, tetapi semalam sebelum Tuhan Yesus mati, pesanNya bagi murid-muridNya adalah agar mereka saling mengasihi, itulah identitas kemuridan mereka.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yohanes 13:34

Satu-satunya yang dikenang panjang akan seseorang adalah bagaimana ia mengasihi  sesamanya. Bahkan kasih adalah satu-satunya yang masih akan kita praktekkan di kekekalan nanti, Barangkali, itulah dasarnya mengapa Paulus berkata bahwa kasih adalah yang terbesar. Allah sendiri memperkenalkan diriNya sebagai kasih, Alkitab tidak pernah memberi identitas pengharapan atau iman kepadaNya, meski Allah memberi pengharapan dan mengharapkan iman kita.

1. Agar kita tidak menyesali apapun pada akhir hidup kita,  hiduplah sebagaimana kita ingin dikenang setelah kita tiada.

2. Kedepankanlah kasih di atas segalanya. Kita mesti cerdik, teliti, tegas, memimpin, memiliki ekspektasi, tetapi taruhlah kasih kita di atas semuanya.

3. Bukan pencapaian kita yang terutama, tetapi bagaimana kita mengasihi.

Bapa, kasihMu kiranya melimpah dalam kami. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s